Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pada tanggal 6 Agustus 2025 tepatnya hari Jum'at, kelas X-12 mendapatkan tugas sejarah yaitu mengenal sejarah dari pengertian,fungsi dll. Maka dari itu Bu Nisa selaku wali kelas dan guru sejarah X-12 membagi menjadi 12 kelompok(agar sama dengan 12 bagian materi). Kemudian, saya berkelompok dengan Abdur Rohman (01) dan M. Arya Barafli (24) mendapatkan materi "Mencari Jejak Masa Lalu: Fakta dan Sumber Sejarah"
Mencari Jejak Masa Lalu: Fakta dan Sumber Sejarah
Fakta Keras (Hard Facts) adalah fakta yang sudah diterima secara umum kebenarannya dan sangat sulit untuk dibantah karena didukung oleh bukti-bukti kuat. Bukti ini bisa berupa sumber primer yang tidak terbantahkan, seperti dokumen resmi, catatan arkeologis, atau artefak. Contohnya adalah tanggal proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, yang didukung oleh berbagai arsip, foto, dan kesaksian para pelaku sejarah. Fakta keras berfungsi sebagai pondasi atau kerangka dasar dalam penulisan sejarah.
Sebaliknya, Fakta Lunak (Soft Facts) adalah fakta yang masih bisa diperdebatkan atau diinterpretasikan ulang. Fakta lunak ini seringkali berkaitan dengan motif, alasan, atau dampak dari suatu peristiwa. Kebenarannya mungkin tidak absolut dan bisa berubah seiring ditemukannya sumber baru. Sebagai contoh, alasan di balik keputusan Soekarno-Hatta dalam proklamasi kemerdekaan. Sejarawan mungkin memiliki interpretasi berbeda mengenai faktor-faktor yang paling dominan, apakah tekanan dari golongan muda atau persiapan yang matang dari golongan tua. Fakta lunak inilah yang seringkali menjadi bahan diskusi dan penelitian mendalam di kalangan sejarawan.
Terkait dengan pertanyaan apakah fakta bisa berubah, jawabannya adalah fakta lunak bisa berubah, sedangkan fakta keras sangat sulit diubah. Perubahan ini terjadi karena adanya penemuan sumber-sumber baru yang memberikan sudut pandang berbeda atau melengkapi informasi yang sudah ada. Oleh karena itu, sejarah bukanlah ilmu yang statis, melainkan terus berkembang seiring ditemukannya jejak-jejak masa lalu yang tersembunyi.
Sumber Sejarah, terbagi menjadi 4 yaitu;
1. Sumber Tertulis: Ini adalah sumber sejarah yang paling sering digunakan, berupa tulisan atau dokumen. Contohnya meliputi surat kabar, naskah kuno, arsip pemerintah, buku harian, dan surat pribadi. Sumber tertulis menawarkan informasi yang detail dan kronologis, namun kelemahannya adalah bisa saja bias karena dipengaruhi sudut pandang penulisnya.
2. Sumber Lisan: Sumber ini berasal dari kesaksian langsung para pelaku atau saksi sejarah. Wawancara dengan veteran perang, tokoh masyarakat, atau orang-orang yang hidup pada masa tertentu merupakan contoh dari sumber lisan. Keunggulan sumber lisan adalah memberikan nuansa personal dan emosional, namun perlu diingat bahwa ingatan manusia bisa saja tidak akurat atau dipengaruhi oleh pengalaman pribadi yang subjektif. Oleh karena itu, sumber lisan perlu diverifikasi dengan sumber-sumber lain.
3. Sumber Benda (Artefak): Sumber ini berupa peninggalan fisik dari masa lalu. Contohnya adalah candi, perkakas, senjata, pakaian, hingga fosil. Sumber benda memberikan bukti konkret tentang peradaban atau kehidupan di masa lampau. Analisis terhadap artefak dapat mengungkapkan teknologi, gaya hidup, dan kepercayaan masyarakat pada masanya.
4. Sumber Visual: Sumber ini berupa rekaman visual dari suatu peristiwa, seperti foto, film, video dokumenter, atau lukisan. Sumber visual sangat efektif dalam menggambarkan suasana dan kondisi pada suatu masa. Namun, sama seperti sumber lainnya, sumber visual juga harus diteliti dengan cermat. Sebuah foto atau video bisa saja direkayasa atau diambil dari sudut pandang tertentu untuk menyampaikan pesan yang diinginkan. Film dokumenter, meski berdasarkan fakta, seringkali memiliki narasi atau interpretasi dari pembuatnya, sehingga perlu dilihat sebagai sumber pelengkap, bukan satu-satunya sumber kebenaran.

0 Komentar